Kewarganegaraan Belum Terverifikasi, Dubes Myanmar Tolak Akui Rohingya


Belakangan ini publik internasional tengah menaruh perhatian pada Rohingya di Rakhine, Myanmar. Pihak militer kabarnya menyerang kaum muslim minoritas ini. Banyak diantara mereka yang dibunuh, diperkosa dan rumahnya dijarah.
Baru-baru ini, Dubes Myanmar untuk Indonesia, Aung Htoo mengatakan jika pemerintahannya menolak istilah Rohingya. “Myanmar tidak menyetujui bahwa kelompok tersebut menggunakan istilah ‘Rohingya’. Kami tidak mengenal istilah ini. Pemerintah telah memprotes penggunaan kata tersebut sejak lama,” ujarnya.
Aung Htoo menjelaskan jika kewarganegaraan kaum Rohingya harus diverifikasi terlebih dahulu. Menurutnya, sebagian besar dari mereka datang dari Bengal, India dan tidak memiliki kewarganegaraan lantaran tidak diakui di mana-mana.
“Kita harus verifikasi identitas mereka sudah berapa lama tinggal di Myanmar. Jika Anda baru datang dan tinggal selama satu tahun di Myanmar dan punya izin tinggal, mereka punya kartu ‘permanent residency permit’,” terang Aung Htoo. “Kemudian jadi Bangladesh. Mereka tidak mempunyai kewarganegaraan karena pemerintah Bangladesh, India, maupun Pakistan juga tidak mengakui kelompok minoritas itu sebagai bagian dari mereka.”
Lebih lanjut, Aung Htoo juga membantah tudingan jika Myanmar berupaya melakukan genosida pada Rohingnya. “Jika Anda bilang kita membunuh mereka pasti jumlah mereka berkurang. Namun, anda bisa lihat bahwa jumlah mereka semakin bertambah,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak Indonesia sendiri telah menunjukkan simpatinya pada nasib Rohingnya. Pemerintahan telah menjalin koordinasi dengan pihak Myanmar dan berencana untuk mengirim bantuan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kewarganegaraan Belum Terverifikasi, Dubes Myanmar Tolak Akui Rohingya"

Posting Komentar