Mengharukan, Kakak Adik Ini Terpaksa Belajar di Jembatan Penyeberangan

Para orangtua tentunya ingin memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anaknya. Sayangnya, karena masalah dana banyak orangtua yang masih tak sanggup memberikan fasilitas pendukung untuk pendidikan sang anak.
Hal itulah yang dialami oleh kakak beradik asal Filipina ini. Marlon Mendoza yang berusia 11 tahun dan adiknya Melvin yang dua tahun lebih muda darinya terpaksa harus belajar di sebuah jembatan penyebrangan di daerah San Antonio, Quezon, Filipina.
Sepulang sekolah, Marlon dan Melvin menuju ke arah sang ibu yang berjualan rangkaian bunga di North Avenue. Setelah mendapat kotak makanan dan seikat rangkaian bunga dari Rochelle, dua bocah itu pun menuju jembatan penyebrangan.
Dengan masih memakai seragam sekolah, kedua bocah itu membantu ibunya berjualan rangkaian bunga. Rangkaian bunga itu biasa digunakan untuk ibadah umat Katolik atau hiasan kaca.
Para orangtua tentunya ingin memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anaknya. Sayangnya, karena masalah dana banyak orangtua yang masih tak sanggup memberikan fasilitas pendukung untuk pendidikan sang anak.
Hal itulah yang dialami oleh kakak beradik asal Filipina ini. Marlon Mendoza yang berusia 11 tahun dan adiknya Melvin yang dua tahun lebih muda darinya terpaksa harus belajar di sebuah jembatan penyebrangan di daerah San Antonio, Quezon, Filipina.
Sepulang sekolah, Marlon dan Melvin menuju ke arah sang ibu yang berjualan rangkaian bunga di North Avenue. Setelah mendapat kotak makanan dan seikat rangkaian bunga dari Rochelle, dua bocah itu pun menuju jembatan penyebrangan.
Dengan masih memakai seragam sekolah, kedua bocah itu membantu ibunya berjualan rangkaian bunga. Rangkaian bunga itu biasa digunakan untuk ibadah umat Katolik atau hiasan kaca.
Sembari menunggu pembeli, dua bocah malang itu juga menggunakan waktunya untuk belajar. Dua saudara ini pun membuktikan kepada dunia bahwa kemiskinan tidak pernah menjadi penghalang mendapatkan pendidikan yang baik.
Sembari menunggu pembeli, dua bocah malang itu juga menggunakan waktunya untuk belajar. Dua saudara ini pun membuktikan kepada dunia bahwa kemiskinan tidak pernah menjadi penghalang mendapatkan pendidikan yang baik.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengharukan, Kakak Adik Ini Terpaksa Belajar di Jembatan Penyeberangan"

Posting Komentar