Roy Kiyoshi Sujud di Kaki Orangtua Setelah Keluar dari RSKO Jakarta

Info Selebritis – Tahun 2020 sepertinya menyimpan cerita sendiri bagi Roy Kiyoshi. Presenter program Karma ini tersandung kasus narkoba. Polisi menangkap Roy Kiyoshi dikediamannya yang terletak di kawasan Cengkareng Indah, Tangerang.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa 21 butir obat jenis psikotropika. Roy Kiyoshi lalu menjalani rehabilitasi di RSKO Jakarta selama 5 bulan dan sekarang ia dinyatakan “LULUS”.

Roy Kiyoshi kemudian buka kartu soal ritual yang ia lakukan setelah keluar dari RSKO Jakarta. Setibanya dirumah hatinya menghangat ketika menginjakkan kaki dirumah dan melihat kedua orangtuanya.

“Jadi ketika aku balik ke RSKO aku langsung sujud ke Papa Mama, langsung gelendotan lagi sama Papa dan Mama karena aku anak manja. Jadi benar-benar, momen yang enggak pernah gue dapat lagi selama 5 bulan,” kata Roy Kiyoshi.

Selanjutnya, Roy Kiyoshi menyapa hewan peliharaan, masuk ke kamar pribadi, dan membaringkan diri di ranjang yang sudah lima bulan tak bertuan. Saking takjub, ia bahkan meraba sprei yang melapisi kasur.

“Sudah pulang aku langsung tidur, nyaman banget, spreinya aku pegang-pegang. Bantalnya aku cium-cium, aku punya bantal khusus. Tidur itu penting bagi aku kan,” Roy Kiyoshi menyambung.

Ini disampaikannya dalam video bertajuk “Roy Kiyoshi Depresi Karena Hal Ini” yang mengudara di kanal YouTube Trans TV Official, Senin (12/10/2020). Ia mengaku mengidap insomnia parah.

“Aku kan insomnia parah dan ternyata itu adalah suatu penyakit yang dokter bilang adalah penyakit kronis. Selama ini aku enggak sadar bahwa itu adalah penyakit,” beber bintang sinetron Karma The Series dan Roy Kiyoshi Anak Indigo.

“Aku punya bantal khusus. Setiap kali mau tidur, disemprot jasmine supaya ada aromanya. Lebih rileks,” kata Roy Kiyoshi. Nyaris tanpa jeda, ia mengatur strategi untuk kembali ke panggung showbiz.

 

Artis kelahiran Jakarta 24 Februari 1987 ini mengaku siap menghadapi cibiran dari warganet. Menurutnya sebaik dan seburuk apapun seorang publik figur, tidak akan pernah luput dari sebuah penilaian.

“Lagipula media sosial adalah ruang tanpa batas. Kita tidak bisa meng-handle komentar, apa yang mereka tulis. Jadi ya netizen maunya seperti ini, ada yang seperti itu, ada yang mendukung, itu terserah mereka,” tandasnya.